Ungkapan seorang Leonardo

Minggu, 09 Januari 2011

Buah tangan The Special One,

Kemenangan pertama sa'at menjamu Napoli menjadi awal yang indah buat allenatore gres Inter Milan.
Adalah Leonardo, pria Brazil berusia 42 tahun. Eks allenatore AC Milan menggantikan posisi Rafael Benitez yang dipecat di penghujung Desember lalu.
 
Leo menyadari bahwa ia mengemban tugas dan beban yang besar, karena ia tak hanya harus memperbaiki penampilan Inter yang akhir-akhir ini terus merosot penampilannya selama ditangani Benitez, namun juga menghapus image The Special One, Jose Mourinho.

Diakuinya, bukan tugas yang mudah mempertahankan atau melebihi pencapaian Mourinho selama dua tahun yang memberi lima trofi untuk Il Nerazzurri, termasuk Treble Winner musim lalu. Hal itu telah disadari benar oleh Leo. Benitez yang duduk sebagai pelatih Inter sa'at itu, meski ia mampu mempersembahkan trofi Piala Super Italia dan Piala Dunia Antarklub, dianggap tak bisa memenuhi ambisi sang presiden Inter, Massimo Moratti, hingga berujung pada pemecatan

Dengan menghempaskan Napoli yang duduk empat tingkat diatasnya dengan skor 3-1 Jumat (7/1/2011) dinihari kemarin, Javier Zanetti dkk mulai yakin kembali pada perebutan gelar scudeto.

Namun sebelum lebih jauh melangkah, Leo pun ingin mengucapkan terima kasih pada sosok Mourinho. Mantan allenatore AC Milan itu mengakui bahwa Mourinhho yang telah banyak membantunya dalam beradaptasi dengan tim Inter dan merupakan teman diskusi yang baik.

"Saya sangat berterima kasih pada Mourinho. Dengan segala hormat, dalam hal ini dia menolong saya. Dia sangat terbuka pada saya dan kami membicarakan banyak hal," seru Leonardo seperti dilansir Yahoosports.

Jika ia akhirnya mampu memberi kesan pertama yang apik, Jose Mourinho jadi orang yang paling berperan besar untuk itu.